Surau Al-Kauthar Taman Puteri
Jalan Sultan Tengah, Taman Puteri, Kuching, Sarawak, Malaysia
-
4 – Hukum Qada Hajat
Posted on January 27th, 2009 No commentsQada Hajat atau Buang Air terbahagi kepada tiga hukum:
- Cara yang haram.
- Cara yang makruh.
- Cara yang sunat.
Cara Qada Hajat yang diharamkan:
- Membawa bersama sesuatu yang bertulis ayat-ayat quran, hadis atau nama-nama para rasul ketika qada hajat.
- Menghadap atau membelakangkan kiblat ketika qada hajat di tempat lapang. Sekiranya qada hajat di tempat yang berdinding maka
tidaklah diharamkan. - Membuang air besar atau kecil dalam lubang yang diketahui di dalamnya ada haiwan.
- Qada hajat di atas kubur.
- Membuang air di tempat ibadah seperti di surau, masjid, musalla dan sebagainya.
- Membuang air di atas kitab-kitab agama .
- Membuang air di atas makanan.
- Membuang air di tempat perhentian orang ramai atau di jalan raya.
Cara Qada Hajat Yang Dimakruhkan:
- Membuang air sambil berdiri kecuali dengan keuzuran atau darurat yang tidak membolehkan seseorang itu duduk seperti
disebabkan sakit. - Bercakap-cakap ketika buang air pada perkara yang tidak penting, kecuali dalam keadaan darurat.
- Membuang air di dalam lubang yang tidak diketahui di dalamnya ada binatang atau tidak.
- Membuang air di bawah pokok buah-buahan.
- Membuang air dalam air tenang yang tidak mengalir.
- Membuang air berhampiran dengan kawasan perkuburan.
Cara-cara Qada Hajat Yang disunatkan:
- Membuang air di tempat terselindung dari orang ramai seperti di dalam tandas atau di sebalik batu.
- Memulakan masuk ke dalam taandas dengan menggunakan kaki kiri.
- Ketika hendak masuk, baca doa ini – Ertinya : “wahai tuhanku, aku berlindung padaMu dari kejahatan syaitan jantan dan betina.”
- Memakai alas kaki seperti selipar dan kasut ketika masuk tandas.
- Memakai penutup kepala seperti tudung, semutar dan sebagainya ketika qada hajat.
- Beristibak, iaitu berdehem-dehem supaya najis habis keluar.
- Ketika keluar dari tandas, mulai langkah kaki kanan dahulu.
- Ketika keluar dari tandas, membaca doa ini – Ertinya: “Wahai tuhanku, hilangkan dariku segala kekotoran dan beri kesihatan kepadaku.”
Hal-hal yang harus dilakukan sebelum buang air:
- Hendaklah mencari tempat sunyi dan jauh daripandangan orang (kiranya tidak menggunakan tandas).
- Jangan memasuki tandas atau tempat buang air dengan membawa sesuatu yang ada kalimah Allah.
- Jangan membuka pakaian sebelum berada dekat tempat buang air, ini adalah bagi mempastikan agar aurat tetap terjaga sesuai
dengan apa yang diperintahkan oleh hukum syariat. - Mendahulukan kaki kiri waktu masuk ke tandas dan disunatkan berdoa – “Ya Allah , hamba berlindung padamu dari segala yang kotor dan keji”.
- Janganlah buang air dengan menghadap ke arah kiblat atau membelakanginya jika sekiranya di tempat-tempat yang tidak
berdinding. - Jangan membuang air besar atau air kecil (berak atau kencing) di tempat orang biasa berteduh, di jalan-jalan, di tempat mandian
atau di bawah pokok yang berbuah. - Janganlah bercakap-cakap sewaktu buang air.
Adab buang air:
- Sunat mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke tandas, dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar.
- Jangan membawa sesuatu kalimat Al-Quran, atau hadis atau zikrullah ke dalam tandas.
- Hendaklah memakai sepatu atau terompah atau seumpamanya.
- Hendaklah jauh dari orang sehingga bau kotoran tidak sampai kepadanya.
- Janganlah berkata-kata selama dalam tandas itu, kecuali apabila ada keperluan yang sangat penting yang tidak dapat ditangguhkan.
- Jangan buang air di air yang tenang, kecuali jika air tenang itu terbentang luas seperti tasik yang luas atau laut.
- Jangan buang air di lubang tanah, kerana kemungkinan ada binatang yang mendapat kesakitan di dalam lubang itu.
- Jangan membuang air di atas kubur.
- Jangan membuang air besar atau kecil di tempat-tempat beribadat seperti masjid, surau dan sebagainya (kecuali di tandas-tandas yang telah disediakan di tempat-tempat ibadat tersebut).
- Jangan membuang air di atas kitab-kitab agama atau di atas makanan.
- Jangan buang air di mana-mana tempat perhentian
Sumber: Asas Fardhu Ain
Leave a reply

